Senin, 14 September 2015

Stamping Press


Pada proses produksi pembuatan komponen-komponen kendaraan dari Raw Material sampai keluar menjadi barang jadi, material tersebut harus melewati berbagai tahapan proses. Salah satunya adalah proses pengepresan (Stamping).

Pada dasarnya proses pengepresan atau stamping menggunakan teknik tumbukan yaitu dengan menekan atau menumbuk suatu material (blank material) pada suatu mesin menjadi bentuk yang diinginkan dimana Mesin Press adalah mesin penopang sebuah landasan dan sebuah penumbuk, sebuah sumber tenaga, dan suatu mekanisme yang menyebabkan penumbuk bergerak lurus dan tegak menuju landasannya. Untuk menghasilkan kualitas pengepresan yang baik, perlu adanya alat-alat pendukung dalam melakukan proses produksi.

Alat-alat pendukung Mesin Press antara lain:

DIES
Adalah suatu cetakan yang digerakkan oleh Mesin Press untuk menekan atau mengepres bahan atau material untuk menghasilkan barang yang sesuai dengan contoh.
Proses pembengkokan dan pemotongan pada Mesin Press haruslah sesuai dengan standar yang ada di perusahaan. Begitu juga pada saat pemasangan Dies itu sendiri.
Adapun langkah-langkah dalam pemasangan Dies, sebagai berikut:

  1. Masukkan Dies dari roller "dies in", pastikan jika selector switch dalam keadaan mati "off";
  2. Sesuaikan tinggi stroke terhadap dies, pasang safety block;
  3. Pasang safety block di atas dies, hal ini dilakukan untuk menjaga error pada mesin;
  4. Pasang dan kencangkan baut atas dan bawah, kemudian naikkan ke 0 derajat atau titik mati atas;
  5. Lakukan putaran bebas, satu hingga tiga kali, di sini tidak diperbolehkan ada post guide yang beradu;
  6. Lakukan produksi percobaan, setelah diperiksa jika hasilnya bagus, maka dies siap untuk memproduksi;
Cetakan atau dies dapat digolongkan baik menurut jenis spesifikasi operasi Mesin Press maupun menurut jenis cetakannya.
Penggolongan sederhana yang mencakup jenis cetakan dari dies itu sendiri, sebagai berikut:

PROSES PEMBENTUKAN
Proses pembentukan adalah proses dimana logam ditekan dengan tekanan yang besar sampai dengan batas kemampuan bagian tersebut berubah bentuk seperti yang diinginkan. Dies dapat dikelompokkan lagi menjadi:
a. Draw
yaitu suatu proses pembentukan material. Draw ini merupakan proses awal pada Mesin Press atau Stamping, sebelum dilanjutkan ke proses berikutnya.
Untuk proses draw ini bisa dilakukan untuk 2 kali proses.

b. Bending


yaitu proses penekukan bagian yang hanya dilakukan satu kali per stroke.

c. Flange
yaitu suatu proses penekukan material yang lebih dari satu pada setiap stroke-nya.

d. Curling

yaitu suatu proses pembentukan diameter.

e. Burring
yaitu suatu proses penekukan keliling pada bagian dalam lubang.

f. Stamp
proses yang dilakukan dalam stamp ini sama dengan Draw, tetapi dalam stamp sendiri tidak menggunakan cushion.

g. Bulge
yaitu suatu proses pembesaran dari diameter pipa.


PROSES PEMOTONGAN
Proses pemotongan adalah proses dimana material dipotong sesuai dengan ukuran yang diinginkan agar material tersebut dapat dikerjakan ke dalam proses berikutnya. Proses pemotongan ini dikelompokkan lagi menjadi:
a. Cutting
yaitu suatu proses pemotongan material yang masih berbentuk lembaran (blank material).

b. Trim
yaitu suatu proses pemotongan material pada bagian tepi. Biasanya proses ini adalah lanjutan dari proses sebelumnya, seperti draw, stamp, dan sebagainya.

c. Pierce
yaitu suatu proses pembuatan lubang pada material.

d. Cam Trim/Pierce
sama seperti proses pierce tetapi pada proses ini pembuatan lubang yang dilakukan dari stamping material.

e. Separate
yaitu suatu proses pemotongan pelat menjadi 2 bagian.

f. Slit
yaitu suatu proses penyobekan sebagian material.

g. Notching
yaitu suatu proses pemotongan sebagian material atau sebuah coak kecil.


Hal-hal yang perlu diperhatikan saat pengoperasian Mesin Press
Sebelum kita melakukan pengoperasian Mesin Press, kita harus melakukan pengecekan agar saat dioperasikan mesin berjalan dengan lancar.
Adapun pengecekan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
  1. Pompa grease hand pump sebanyak tiga hingga empat kali, grease ini tidak boleh kosong karena berfungsi untuk melumasi bagian-bagian mesin;
  2. Sebelum menghidupkan main motor, selector switch harus dalam posisi off, kemudian pada indicator harus pada posisi titik mati atas;
  3. Cek portable switch, selector switch pada posisi inch dan gerak stroke harus sampai titik mati atas;
  4. Atur tekanan pressure gauge untuk air balancer;
  5. Slide adjust meter tidak boleh melewati batas atas dan batas bawah.
Sumber: http://planetcopas.blogspot.co.id/2012/05/prinsip-kerja-mesin-stamping-press.html
(telah disunting oleh Blogger Copyright@2015)

2 komentar:

  1. Mantap...tolong ditambahkan tips perawatan mesin yang lain.

    BalasHapus
  2. Kami adalah perusahaan yang khusus menjual produk Pelumas/Oli dan Grease/Gemuk untuk sektor Industri.

    Oli yang kami pasarkan diantaranya untuk aplikasi : Diesel Engine Oil, Transmission Oil, Gear Oil, Compressor Oil, Hydraulic Oil, Circulating & Bearing, Heat Transfer Oil, Slideway Oil, Turbine Oil, Trafo Oil, Metal Working Fluid, Synthetic Oil, Corrosion Preventive, Wire Rope, Specialities Oil dan aneka Grease/Gemuk.

    Kami menjadi salah satu perusahaan yang dapat memenuhi berbagai macam kebutuhan pabrik-pabrik besar di Indonesia, termasuk kebutuhan akan pelumasan khusus.
    Prinsip kami adalah selalu mengembangkan hubungan jangka panjang kepada setiap customer. Bila anda butuh info lebih lanjut, silahkan menghubungi kami.

    Mobile : 0813-1084-9918
    Whatsapp : 0813-1084-9918
    name : Tommy. K
    Email1 : tommy.transcal@gmail.com

    BalasHapus